Presiden Prabowo Optimistis Ekonomi 2026 Tumbuh Kuat

 

INFOMAYANTARA.XYZ

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia pada 2026.  Presiden menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional mulai menunjukkan penguatan setelah lebih dari satu tahun pemerintahannya berjalan.

Presiden menyatakan pembangunan bangsa merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan ketahanan, kesabaran, keberanian, dan sikap realistis dalam menghadapi tantangan.  “Dibutuhkan keberanian untuk melihat kenyataan apa adanya, bukan sekadar apa yang kita harapkan. Setelah memahami kondisi riil, kita harus berani mengakui kelemahan dan memperbaikinya,” ujar Presiden dalam pidatonya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Ia menekankan bahwa tugas utama pemerintah adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat, melalui pengelolaan sumber daya alam dan kekayaan negara secara optimal dan adil.

Presiden mengungkapkan laporan dari sejumlah gubernur, bupati, serta pelaku usaha yang menyebut adanya peningkatan konsumsi rumah tangga dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu faktor pendorong meningkatnya aktivitas ekonomi, khususnya di desa dan lapisan masyarakat terbawah.

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 60,2 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak, ibu hamil, serta lansia yang hidup sendiri. Pemerintah juga mencatat produksi dan distribusi mencapai sekitar 4,5 miliar porsi makanan.

Menurut Presiden, dampaknya tidak hanya pada aspek sosial, tetapi juga ekonomi.  “Setiap dapur mempekerjakan puluhan orang dan menciptakan rantai pasok dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil. Ekonomi desa bergerak,” katanya.

Ia menyebut lebih dari satu juta orang telah terserap tenaga kerjanya melalui jaringan dapur MBG, dengan potensi meningkat hingga 1,5 juta tenaga kerja pada puncak pelaksanaan program.

Selain itu, Presiden menyoroti program pembangunan 1.000 desa nelayan pada 2026, sebagai bagian dari target 5.000 desa nelayan dalam empat tahun mendatang.

Program tersebut mencakup pembangunan dermaga, cold storage, pabrik es, kapal, hingga fasilitas pembiayaan berbasis koperasi.

Presiden menegaskan pendekatan yang digunakan bukan sekadar bantuan langsung, melainkan pemberdayaan ekonomi melalui skema koperasi dengan pengembalian jangka panjang yang ringan.  “Kita ingin membangun sistem ekonomi yang berkelanjutan, bukan ekonomi berbasis bantuan,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pembentukan puluhan ribu Koperasi Merah Putih yang akan dilengkapi gudang, fasilitas penyimpanan dingin, akses farmasi murah, hingga pembiayaan mikro untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.

Dalam sektor pangan, Presiden menyampaikan bahwa produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,7 juta ton, meningkat sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya. Cadangan beras nasional disebut mencapai 4,2 juta ton tertinggi dalam sejarah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tengah menuju swasembada pangan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional.

Presiden juga menyoroti kebijakan efisiensi fiskal yang menurutnya telah menghasilkan penghematan lebih dari Rp300 triliun. Anggaran tersebut dialihkan dari belanja nonproduktif ke program prioritas yang langsung menyentuh masyarakat.  “Perjalanan luar negeri yang tidak perlu, seremoni berlebihan, dan kegiatan yang tidak produktif kita kurangi. Anggaran dialihkan ke hal yang nyata,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi sebagai fondasi utama pembangunan.  “Kita ingin pemerintahan yang bersih dan adil. Tanpa itu, tidak ada negara yang bisa maju,” ujarnya.

Presiden memastikan penegakan hukum dilakukan tegas namun tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kepastian hukum.

Menutup pidatonya, Presiden mengusung visi “Indonesia Incorporated”, yaitu kolaborasi seluruh elemen bangsa pemerintah, swasta, UMKM, dan masyarakat untuk membangun ekonomi nasional secara kolektif.  “Kita ingin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri. Yang kuat membantu yang lemah, yang besar menarik yang kecil. Kita bangkit bersama,” pungkasnya.

Presiden menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan terus tumbuh sebagai bangsa yang percaya diri, mandiri, dan mampu bersaing secara global.

Red