John Tobing tutup usia dunia musik dan aktivis Berduka


Brignas-ri Kamis,26-02-2026, Berita duka datang dari dunia musik dan Aktivisme perjalanan sekaligus pergerakan demokerasi perjuangan di indonesia khususnya di era 1998,

aktivis sakaigus seniman pencipta lagu DARAH JUANG yang akrab di sapa bung John Tobing tutup usia pada Rau (25/2/2026) sekitar pukul 20.45 WIB di Ruma Sakit Akademik Universita Gadja Mada (RSA UGM), Yogyakarta.

Profil dan Perjalanan Kariernya terkenang di eranya khususnya di dunia aktivisme, John Tobing yang memiliki nama lengkap Johnsony Maharsa Lumban Tobing Lahir di Binjai, Sumatra Utara pada 1 Desember 1965.

Bakat john tobing di dunia musik sudah nampak sejak usia cukup muda, saat pendidiknya di kelas 5 Sekola Dasar (SD) alm tertarik mempelajari alat musik gitar saat itu,

jhon tobing anak ketiga dari  delapan Bersaudara dari pasangan Hakim Mangara Lumban tobing dan Adelia Sinaga,

perjalanan kehidupannya pun penuh lika liku dan perjuangan dari pendidikannya saat menempuh pendidikan di SMA Santo Thomas Yogyakarta john tobing sempat tidak lulus, alm lalu akhirnya melanjutkan dan menyelesiakan pendidikan Sekolah Menengah atas (SMA) di Katolik Banjarmasin,

lalu john tobing mulai Aktif di dunia Aktivisme sejak menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) di fakultas Ilmu Filsafat, john terkenal sangat aktif dan memilili jiwa Aktifisme dan sosial di lingkunga Kampus dan bergabung dalam berbagai Organisasi kemahasiwaan dan aksi sosial,

bahkan pada tahun 1989 sampai dengan 1991 john tobing ikut serta terlibat dalam gerakam aksi solidaritas Waduk Kedung Ombo, tidak hanya itu beliau juga aktif di aksi Kusumanegaa Berdarah dan Forum Komunikasi Mahasiswa Yogyakarta (FKMY).

Pada tahun (1992-1992) dari hoby musik dan jiwa Aktivisme yang tinggi john menciptakan sebuah Lagu yang tidak asing bahkan menjadi semangat dalam setiap perjuangan aksi di indonesia yang berjudul "DARAH JUANG" .

lagu DARAH JUANG ciptaannya pun menjadi saksi perjuagan dan tak terpisahkan dari sejarah pergerakan Mahasiswa di Indonesia, terutama di era reformasi 1998 pada saat demonstrasi mahasiswa.

dari perjalanan hidupnya john tobing di kenamg bukann hanya sekedar musisi, tetapi juga sebagai maestro perjuangan yang membakar semnagat dan suara bagi aspirasi rakyat saat itu,

Beliu tutup usia setelah berjuang melawa penyakit stroke sejak desember 2025.

(Daeng Lapeo).