Ketua Umum IARSI: Indonesia Diproyeksikan Jadi Ekonomi Terbesar ASEAN 2026: Peran Strategis Sektor Logistik dan Rantai Suplai Indonesia.

 

Foto: Ketua Umum Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI), 
Assoc. Prof (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D.

INFOMAYANTARA.XYZ

Bekasi, 8 Januari 2026 – Laporan terbaru World Economic Outlook dari IMF memproyeksikan bahwa pada tahun 2026, Indonesia akan mencatat GDP nominal sebesar USD 1,55 triliun, menjadikannya ekonomi terbesar di ASEAN. Proyeksi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai motor pertumbuhan kawasan, melampaui Singapura, Thailand, dan Filipina. Tren ini konsisten dengan laporan IMF dalam tiga tahun terakhir yang menunjukkan pertumbuhan stabil di kisaran 5% per tahun, meski dunia menghadapi tekanan inflasi dan ketidakpastian geopolitik.

Analisa Data Historis dan Periode Pandemi

Sejak 2020, Indonesia sempat mengalami kontraksi ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan pertumbuhan GDP turun hingga -2,1%. Namun, pemulihan mulai terlihat pada 2021 dan 2022 dengan rebound pertumbuhan di atas 3,7% dan kembali ke kisaran 5% pada 2023. Laporan IMF tahun 2024 dan 2025 menegaskan konsistensi ini, dengan Indonesia tetap berada di jalur pertumbuhan positif meski tekanan global masih berlangsung. Dalam periode penurunan ekonomi tersebut, industri logistik dan manajemen rantai suplai terbukti menjadi penopang utama, menjaga kelancaran distribusi barang esensial, mendukung ekspor, serta memastikan stabilitas pasokan domestik. Peran vital ini memperlihatkan bahwa rantai suplai bukan hanya fungsi operasional, melainkan instrumen makroekonomi yang menjaga daya tahan bangsa.

Implikasi Makroekonomi bagi Pelaku Industri

Dengan proyeksi Indonesia sebagai ekonomi terbesar ASEAN, dampak makroekonomi yang muncul adalah semakin kuatnya permintaan domestik, meningkatnya arus perdagangan regional, serta bertambahnya investasi asing langsung. Hal ini akan mendorong kebutuhan kapasitas logistik yang lebih besar, memperluas jaringan transportasi, dan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung. Bagi pelaku industri, peluang ini berarti keterlibatan lebih dalam dalam rantai nilai global, sekaligus tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan sistem distribusi. Dengan fondasi pertumbuhan yang konsisten, sektor logistik dan rantai suplai Indonesia akan menjadi tulang punggung dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat perdagangan dan distribusi di Asia Tenggara.

Red