INFOMAYANTARA.XYZ
Bekasi, 18 Januari 2026 – Ikatan Ahli Rantai Suplai Indonesia (IARSI) memberikan respons strategis terkait rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) No. 06/01/Th.XXIX bulan Januari 2026 mengenai perkembangan transportasi Indonesia periode November 2024 hingga November 2025. Berdasarkan analisis terhadap data tersebut, IARSI mengidentifikasi adanya transformasi struktural dalam preferensi moda angkutan barang di Indonesia yang semakin mengarah pada optimalisasi jalur laut dan kereta api, di tengah kontraksi signifikan pada sektor kargo udara.
Ketua Umum IARSI, Assoc. Prof. (Hon) R. Beniadi Setiawan, Ph.D., menyatakan bahwa lonjakan volume angkutan laut domestik sebesar 16,49% (y-on-y) hingga mencapai 47,19 juta ton pada November 2025 merupakan indikator kuat keberhasilan penguatan infrastruktur maritim. “Dominasi jalur laut yang terus tumbuh menunjukkan bahwa efisiensi biaya logistik menjadi prioritas utama pelaku industri. Peningkatan aktivitas di pelabuhan strategis seperti Tanjung Perak, yang tumbuh 7,05% dalam satu bulan terakhir, membuktikan bahwa jalur laut telah menjadi tulang punggung utama dalam menjaga stabilitas rantai pasok komoditas nasional,” ungkapnya.
Di sektor darat, IARSI mengapresiasi resiliensi angkutan barang kereta api yang tumbuh positif 7,12% secara tahunan, dengan Sumatera sebagai kontributor utama sebesar 5,43 juta ton. Performa ini menunjukkan bahwa integrasi moda kereta api sangat krusial bagi industri hulu. Namun, IARSI memberikan catatan khusus pada sektor angkutan udara domestik yang mengalami penurunan tajam sebesar 9,31% (y-on-y). Penurunan volume ke angka 52,6 ribu ton ini mensinyalir adanya fenomena modal shift (perpindahan moda) yang masif akibat tingginya biaya operasional udara, yang memaksa pelaku usaha mendistribusikan barang melalui jalur yang lebih ekonomis.
Sebagai rekomendasi strategis, IARSI menekankan pentingnya sinkronisasi antarmoda untuk mengatasi disparitas pertumbuhan ini. IARSI mendorong pemerintah dan pemangku kepentingan untuk segera melakukan evaluasi terhadap struktur tarif kargo udara agar tetap kompetitif untuk barang-barang bernilai tambah tinggi. Selain itu, optimalisasi digitalisasi pelabuhan dan perluasan jaringan rel kereta api logistik di luar Sumatera menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang terjadi pada sektor laut dan rel, guna mewujudkan sistem rantai suplai nasional yang lebih efisien dan berdaya saing global.
Red